Jangan Pernah Menyesal karena kita pernah jatuh, tetapi menyesalah jika kalian tidak berusaha bangkin kembali

Belajar bersama Toya dengan segala sesuatu yang memicu tentang berkembangnya polah fikir kita

Komunitas ku

jangan pernah tinggalkan segala sesuatu karena niat yang kurang baik menurutmu.

Pendidikan

tetap berusaha dalam memperjuangkan segala sesuatu demi keinginan masa depan yang cerah

Hobby

Teteap bertahan meski kita pernah merasakan kekalahan, salam olahraga,komunitas, dan pendidikan.

GURU PILIHAN

Berusaha menjadi yang terbaik dalam pendidikan , untuk peserta didik kita itu prioritas utama.

Monday, November 20, 2017

Jangan Berlarut dengan “Rasa Bersalah”, Bangkit dan “Balaslah” dengan Perbuatan Baikmu

“Mungkin anda pernah bersalah dan lalai atas suatu kejadian besar, sehingga menyesali diri dan mengurung diri, membatasi diri dan banyak membuang waktu dengan penyesalan?”
Islam mengajarkan agar segera bangkit, jangan hanya menyalahkan lilin yang sudah terlanjur padam atau hanya mencela kegelapan saja, akan tetapi berusahalah untuk memperbaikinya. Ketika melakukan kesalahan maka segera perbaiki dan iringi atau “dibalas” dengan melakukan kebaikan.

Misalnya ketika melakukan kemaksiatan tertentu, kita akan berjanji akan shalat malam atau shalat dhuha untuk “membalasnya”. Ketika kita melakukan tindakan atau ucapan kasar kepada istri maka kita berusaha memanjakan istri kita dengan memberikan surprise kecil dan kata-kata yang indah.

Setiap manusia pasti pernah bersalah. Jangan terlalu berlarut menyesali kesalahan, karena ajaran Islam adalah segera bangkit, bertaubat dan memperbaiki diri.  Ketika melakukan kesalahan atau sedikit saja kesalahan maka akan terus memikirkannya, seolah-olah dia yang sempurna langsung cacat dengan kesalahan yang sedikit. Perlu disadari bahwa setiap manusia pasti pernah berbuat salah dan tidak ada yang tidak pernah berbuat kesalahan.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ.
“Setiap anak Adam pasti berbuat salah dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang bertaubat”.[1]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
 “Bertaqwalah kepada Allah di mana saja engkau berada dan iringilah sesuatu perbuatan dosa (kesalahan)  dengan kebaikan, pasti akan menghapuskannya dan bergaullah sesama manusia dengan akhlaq yang baik”[2].
Demikianlah karena perbuatan baik akan menghapus perbuatan yang buruk.
Allah Ta’ala berfirman,
إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk” (QS. Huud: 114)
Demikian semoga bermanfaat

@Markaz YPIA, Yogyakarta tercinta
Sumber Artikel : www.muslimafiyah.com


[1] HR Tirmidzi 2499, Shahih at-Targhib 3139
[2] HR. Tirmidzi, ia telah berkata: Hadits ini hasan, pada lafazh lain derajatnya hasan shahih, hadits Arbain An-Nawawiyah nomor 18



BACA JUGA INI :


Share:

Sunday, November 19, 2017

INDAHNYA SURGAMU

بسم الله الرحمن الرحيم


Hasil gambar untuk SURGASungguh kenikmatan-kenikmatan dalam al jannah tidak akan dicapai oleh indera manusia. Belum pernah dilihat oleh penglihatan siapa pun, belum pernah didengar oleh pendengaran siapa pun, dan belum pula terbetik dalam hati siapa pun. Demikianlah yang dikhabarkan Baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:
“Allah berfirman (artinya): ”Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan Al jannah) yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia. (HR. Muslim no. 2824)
Kenikmatan-kenikmatan itu menggambarkan, rahmat Allah subhanahu wata’ala itu betapa luas tanpa batas, bagaikan hamparan tiada bertepi. Yang Allah subhanahu wata’ala sedialam bagi hamban-hamba-Nya yang shalih. Tapi itu bukan semata-mata hasil amal shalih yang dilakukan oleh seorang hamba, sekalipun ia seorang nabi. Bahkan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai Imamul Anbiya’ (pemimpin para nabi), ia adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu al jannah, hal itu bukan semata disebabkan amal shalih yang ia usahakan, namun berkat rahmat Allah subhanahu wata’ala.
فَإِنَّهُ لَنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ أَحَدًا عَمَلُهُ قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ: وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ 
“Sungguh bukanlah seseorang itu masuk al jannah karena amalannya. Para shahabat bertanya: “Demikian juga engkau wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Beliau berkata: “Demikian juga saya, melainkan Allah subhanahu wata’ala melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. (HR. Al Bukhari no. 6463 dan Muslim no. 2816)
Ciri Fisik Penghuni Al Jannah
Penghuni al jannah memiliki ciri-ciri khusus. Diantaranya;
Berperawakan seperti Adam. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدَهُ حَتَّى اْلآنَ
“Maka setiap orang yang masuk al jannah wajahnya seperti Adam dan tingginya 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga sampai sekarang.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Berusia masih muda. Dari shahabat Syahr bin Husyab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلاَثِينَ أَوْ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ سَنَةً 
“Penghuni al jannah akan masuk ke dalam al jannah dengan keadaan rambut pendek, jenggot belum tumbuh, mata bercelak, dan berusia tiga puluh tahun atau tiga pulu tiga tahun.” (HR. At Tirmidzi no. 2468, dihasankan Asy Syaikh Al Albani. Keraguan ini berasal dari perawi, namun dalam riwayat Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Ath Thabarani dan Al Baihaqi dengan riwayat tegas tanpa ada keraguan yaitu berusia 33 tahun. Lihat Tuhfatul Ahwadzi 7/215)
Orang Yang Pertama Mengetuk Pintu Al Jannah
Orang pertama kali yang mengetuk pintu al jannah, lalu membukanya dan kemudian memasukinya adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَنَا أَكْثَرُ اْلأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ
“Saya adalah orang yang paling banyak pengikutnya pada Hari Kiamat dan saya adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu Al Jannah.” (HR. Muslim no. 196)
Masih dari shahabat Anas bin Malik namun dalam riwayat At Tirmidzi, dengan lafadz:
“Saya adalah orang yang pertama kali keluar jika mereka dibangkitkan. Saya adalah orang pertama kali bicara, jika mereka diam. Saya adalah pemimpin mereka, jika mereka dikirim. Saya adalah pemberi syafaat kepada mereka, jika mereka tertahan. Saya adalah pemberi berita gembira, jika mereka putus asa. Panji pujian ada digenggaman tanganku. Kunci-kunci al jannah ada ditanganku. Saya adalah keturunan Adam yang paling mulia di sisi Rabb-ku dan tidak ada kebanggaan melebihi hal ini. Saya dikelilingi seribu pelayan setia laksana mutiara yang tersimpan.”
Umat Yang Pertama Kali Masuk Al Jannah Dan Ciri-Cirinya
Sekalipun umat Islam ini adalah umat terakhir, namun Allah subhanahu wata’ala (dengan rahmat-Nya yang luas) memilihnya sebagai umat yang pertama kali masuk al jannah. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
نَحْنُ اْلآخِرُونَ اْلأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ
“Kita adalah umat terakhir namun paling awal pada hari kiamat. Kita adalah umat yang pertama kali masuk al jannah, meskipun mereka diberi kitab sebelum kita, dan kita diberi kitab sesudah mereka.” (HR. Muslim no. 855)
Selain itu, Allah subhanahu wata’ala pun menampilkan umat Islam dengan penampilan yang amat indah. Masih dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً 
“Rombongan pertama yang masuk Al Jannah laksana bulan purnama, sedangkan rombongan berikutnya bagaikan bintang yang paling berkilau di langit.”
(HR. Al Bukhari no. 3327, Muslim no. 2824)
Orang Fakir Miskin Lebih Dahulu Masuk Al Jannah
Lalu siapakah diantara umat Islam yang pertama kali masuk al jannah? Hal yang sama pernah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tanyakan kepada para shahabatnya. Seraya mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Barulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan: “Mereka adalah kaum faqir Muhajirin yang terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Salah seorang dari mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya namun ia tidak mampu menunaikannya. Para Malaikat berkata: ” Ya Rabb-kami, kami adalah para malaikat-Mu, penjaga-Mu, dan penghuni langit-Mu, janganlah Engkau dahulukan mereka daripada kami memasuki jannah-Mu! Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Mereka adalah hamba-hamba-Ku yang tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Mereka terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Ada salah seorang diantara mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya yang tidak mampu ia tunaikan. Mendengar jawaban Allah seperti itu, para malaikat segera masuk ketempat mereka dari semua pintu seraya berkata,” Salam sejahtera untuk kalian atas kesabaran kalian. Ini adalah sebaik-baik tempat tinggal.” (HR. Ahmad dan At Thabarabi, dari shahabat Abdullah bin Umar)
Sementara dalam riwayat Al Imam Muslim dan At Tirmidzi menjelaskan selisih waktu antara rombongan orang-orang fakir dengan orang-orang kaya masuk ke dalam al jannah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ اْلأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا
“Orang-orang fakir kaum Muhajirin masuk Al Jannah mendahului orang-orang kaya dari mereka, dengan selisih waktu 40 tahun.” (HR. Muslim no. 2979)
Istri-istri Penghuni Al Jannah, Pesona, Ciri-Ciri Dan Kecantikannya
Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (Al Baqarah: 25)
Pada ayat di atas Allah subhanahu wata’ala memadukan antara kenikmatan fisik berupa al jannah beserta taman-taman dan sungai-sungai di dalamnya, dengan kebahagian jiwa berupa bidadari-bidadari sebagai istri-istri yang suci lagi penyejuk mata bagi mereka. Dan Allah subhanahu wata’ala memastikan bagi mereka keberlangsungan kehidupan yang abadi tiada pernah terputus sedikitpun.
Mereka dipingit di kemah-kemah dalam keadaan putih bersih nan jelita. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam kemah.” (Ar Rahman: 72)
Mereka memiliki akhlak yang bagus nan indah sebagaimana kecantikan pesona wajah-wajah mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang (berakhlak) baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar Rahman: 70)
Mereka berusia sebaya, selalu tampil dalam keadaan perawan, penuh pesona dan cinta. Allah subhanahu wata’ala berifirman (artinya): “Dan Kami jadikan bidadari-bidadari itu perawan. Penuh cinta kasih lagi sebaya umurnya. Kami ciptakan mereka untuk golongan kanan.” (Al Waqi’ah: 36-38)
Penghuni Yang Masuk Al Jannah Paling Akhir
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya aku tahu penghuni neraka yang paling akhir keluar dari neraka dan penghuni al jannah yang paling akhir masuk al jannah. Dia keluar dari neraka dengan merangkak. Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah (surga) dan masuklah ke dalamnya!’ Orang tersebut bergegas pergi ke jannah dan tergambar dalam pikirannya bahwa al jannah itu telah penuh sesak. Maka ia pun kembali dan berkata kepada Allah, ‘Wahai Rabbku, aku dapati al jannah telah penuh!’ Allah pun berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah dan masuklah ke dalamnya! Sesungguhnya engkau berhak atas nikmat sebesar dunia dan sepuluh kali lipatnya.’ Orang tersebut berkata, ‘Wahai Rabbku, apakah Engkau mengejekku dan menertawakanku, karena Engkau Sang Raja Penguasa?”
Abdullah bin Mas’ud berkata: “Kulihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.” Beliau bersabda: “Itulah derajat penghuni al jannah yang paling rendah.” (HR. Al Bukhari no. 6571 dan Muslim no. 186)
Penghuni Al Jannah Melihat Rabb Mereka Dengan Mata Kepalanya
Kenikmatan tertinggi di dalam al jannah adalah melihat wajah Rabbul ‘alamin. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaikb berupa surga dan ada tambahannya. Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dengan kehinaan. Mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.” (Yunus: 25-26)
Yang dimaksud dengan ada tambahannya pada ayat di atas yaitu berupa kenikmatan melihat Allah subhanahu wata’ala. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya: “Jika telah masuk penduduk al jannah ke dalam al jannah. Allah subhanahu wata’ala berkata: “Apakah kalian ingin tambahan dari-Ku. Mereka seraya menjawab: “Bukankah Engkau telah menjadikan wajah-wajah kami bercahaya? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam al jannah (surga) dan menyelamatkan dari an nar (neraka). Kemudian Allah subhanahu wata’ala membuka hijab-Nya. Maka tidaklah mereka diberi nikmat yang lebih mereka sukai dibanding dengan melihat Allah subhanahu wata’ala. (HR. Muslim no. 181)
Akhir kata, demikianlah tamasya kita untuk menengok sebagian keindahan para penghuni al jannah. Dengan sebuah harapan dapat mendorong kita untuk selalu berpacu dalam beramal shalih. Tuk meraih tamasya yang hakiki yang penuh dengan kenikmatan yang abadi. Amien, Ya Rabbal ‘alamin.
Do’a Mohon Dimasukkan Al Jannah dan Dijauhkan dari Neraka (An Naar)
Diriwayatkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berdo’a:
اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا يُقَرِّبُ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ, وَأَعُوذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ 
“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu al jannah (surga) beserta segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari an nar (neraka) beserta segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan perbuatan”. (HR. Ahmad, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no.1542).



BACA JUGA INI :

Share:

Saturday, November 18, 2017

Penyemangatmu hari ini Adalah semangat Pagimu

gambar kata motivasi pagi positifSemangat pagi ucapkanlah kata tersebut untuk diri kalian sendiri sebagai kata motivasi pagi terutama bagi yang jomblo karena tidak ada yang ngucapin wkwkw, tujuannya adalah sebagai penyemangat di pagi hari dan sebagai wujud rasa syukur karena masih bisa bangun dalam keadaan sehat. Meskipun sepanjang hari nanti akan terasa berat, jika kita mengawalinya dengan penuh semangat maka tidak akan ada masalah yang berarti. Jika pagi hari sudah bersemangat tentu saja segala aktivitas yang akan dijalani bisa dibawa enjoy.


Pagi hari merupakan waktu yang sangat tepat untuk bangun dan mensyukuri nikmat yang telah Tuhan berikan. Jangan pernah sesekali mengeluh di pagi hari atas segala pekerjaan atau aktivitas yang sudah siap menyambut sepanjang hari nanti. Masih banyak orang yang bangun pagi dengan kekurangan, kita masih enak bisa bangun di atas kasur yang empuk dan bisa sarapan. Banyak orang lain yang lebih sulit daripada kita, mereka bangun tidur hanya beralaskan lantai, pagi buta sudah harus memulai bekerja lebih awal.


Dari pada banyak mengeluh akan lebih baik jika kita perbanyak kata bijak selamat pagi bersyukur atas segala nikmat yang sudah kita dapatkan. Karena sebenanrnya mengeluh adalah salah satu wujud dari kufur nikmat, apa yang sudah kita miliki sekarang ini harus kita terima, jika masih ada yang kurang seharusnya kita bekerja lebih giat agar memperoleh apa yang kita inginkan. Bukannya malah banyak mengeluh yang sama sekali tidak ada gunanya.


Share:

Thursday, November 16, 2017

TEMAN SEJATI ITU ..?

Mungkin kamu pernah meragukan kesetiaan teman kamu. Kamu berharap bisa ngetesnya dengan satu dan lain cara.
Tapi yang namanya teman sejati selalu bisa dilihat dari berbagai hal positif yang ditawarkan dalam sebuah persahabatan.
Apa saja yang sebenarnya bisa dilihat dari seorang teman sejati?
1. Teman sejati itu jujur.
Ciri utama teman sejati adalah dia pasti jujur. Dia mungkin tidak suka menceritakan semua aktifitas dan rahasianya sama kamu. Dan itu nggak apa-apa. Yang lebih penting adalah dia berterus-terang mengenai siapa dirinya dan apa motivasinya. Jika ada sesuatu yang keliru, dia akan menjelaskannya.
2. Teman sejati itu seru, unik dan menarik.
Pada awalnya kamu berteman dengan seseorang karena dia seru, unik dan menarik. Itu artinya kalian teman yang cocok dan punya minat yang sama. Kalian berteman dengan suka rela, bukan karena terpaksa. Itu penting.
3. Teman sejati itu memberi perhatian dan mau beradaptasi.
Teman yang baik paling tidak pendengar yang baik. Dia memperhatikan bagaimana hal sehari-hari yang remeh-temeh mempengaruhi kamu. Dia tidak bisa membaca pikiran kamu tapi dia tahu kapan kamu sedang berbahagia, sedih, bersemangat atau cemas. Jika sadar dirinya melakukan sesuatu yang mengganggu kamu, dia akan berusaha mengubah perbuatannya atau setidaknya mendiskusikannya dengan kamu.
4. Teman sejati itu mendukung kamu dan cita-cita kamu.
Teman sejati harus tahu apa yang paling kamu inginkan dalam hidup. Dia tahu apa yang sangat menggelitik kamu dan membantu kamu menjadi orang seperti yang kamu inginkan. Dia tidak akan berusaha mengubah kamu atau menyeret kamu ke dalam situasi yang membuat kamu tidak nyaman. Dia juga tidak akan membuat kamu melakukan sesuatu yang membuat kamu berisiko kehilangan sesuatu yang penting bagi kamu.
5. Teman sejati itu dapat kamu percayai.
Teman sejati tidak akan berusaha mencuri pacar kamu, rezeki kamu maupun kepribadian kamu. Dia tidak akan menggosipkan kamu terus-menerus atau berusaha merusak reputasi kamu. Dia akan memberi tahu kamu ketika dia mencemaskan kondisi kamu lalu melakukan hal terbaik untuk terus menemani kamu melewati kesulitan.
6. Teman sejati itu menunjukkan dengan jelas pada kamu bahwa dia peduli pada kamu.
Setiap orang punya cara tersendiri untuk memberitahukan kamu bahwa dia peduli pada kamu. Ada teman yang memberi pelukan erat, ada juga teman yang suka menggoda. Petunjuk penting bahwa seseorang peduli dengan kamu adalah dia sering bicara dengan kamu dan secara umum tahu apa yang sedang kamu alami. Dia juga menunjukkan minatnya dengan perubahan yang terjadi dalam hidup kamu.
7. Teman sejati itu ada bersama kamu di saat senang dan susah.
Kesetiaan adalah ciri yang dicantumkan hampir oleh semua orang ketika diminta menuliskan apa yang mereka cari dari seorang teman. Teman yang setia akan tetap di sisi kamu biarpun nilai ulangan kamu jeblok, orangtua kamu bercerai, pacar kamu mencampakkan kamu atau kamu bokek berat. Jika kamu pindah sekolah atau pindah rumah, dia melakukan hal terbaik untuk terus berhubungan dengan kamu.
8. Teman sejati itu menerima kamu apa adanya, bahkan jika kamu bukan siapa-siapa.
Dalam persahabatan, menerima dan setia itu saling berkaitan. Teman sejati menerima kamu tanpa banyak protes dan tahu cara mengatasi kekurangan dan keanehan kamu. Dia juga sabar ketika kamu membuat kesalahan, bahkan kesalahan fatal. Dia akan belajar memaafkan kamu ketika kamu menyakitinya.
Apakah kamu menemukannya pada teman kamu?
Jika iya silahkon komen di kolom koment untuk analisis,
Share:

Monday, November 13, 2017

cara bersyukur kepada allah



Umat muslim wajib bersyukur atas nikmat Allah SWT telah diberikan, dari nikmat harta hingga nikmat bernapas. Sebab bersyukur disebutkan sekitar 70 ayat di dalam Alquran.


Salah satu dari ayat tersebut yakni pada surah Al Baqarah ayat 172. "Hai orang-orang yang beriman! Makanlah di antara rezeki yang baik yang Kami berikan kepadamu. Dan bersyukurlah kepada Allah jika memang hanya Dia yang kamu sembah."



Imam Al Ghazali menerangkan bahwa bersyukur kepada Allah dapat dilakukan dengan empat cara yaitu seperti dikutip dari buku Amalan Pembuka Rezeki tulisan Karya Haris Priyatna, Lisdy Rahayu.






Bersyukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa segala nikmat dan rezeki yang didapatkan semata-mata merupakan karunia dan kemurahan Allah.



"Segala nikmat yang ada pada kamu (berasal) dari Allah." (QS An-Nahl [16]:53).



Bersyukur dengan hati bisa membawa seseorang pada sikap menerima karunia Allah, dengan penuh keikhlasan tanpa kecewa atau keberatan betapa pun kecilnya nikmat tersebut.



2. Bersyukur dengan lisan



Bila hati seseorang telah sangat yakin bahwa segala nikmat yang didapatkan berasal dari Allah SWT. Dia pasti akan mengucapkan Alhamdulillah (segala puji bagi Allah). Oleh karena itu, jika mendapatkan nikmat dari seseorang lisannya tetap memuji Allah. Karena mesti disadari bahwa orang itu sekedar perantara Allah.




3. Bersyukur dengan tindakan



Bersyukur dengan tindakan bermakna bahwa semua nikmat yang diperoleh harus dimanfaatkan di jalan yang diridhaiNya. 



Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Allah SWT sangat suka melihat nikmat yang diberikan kepada hambaNya dengan cara dimanfaatkan sebaik-baiknya.



"Sesungguhnya Allah senang melihat atsar (bekas/wujud) nikmatNya pada hambaNya," sabda Rasulullah.



Maksud dari hadis ini ialah Allah sangat suka pada hamba-hambaNya yang memperlihatkan dan mengakui segala nikmat yang dilimpahkan kepadanya. Misalnya, orang kaya hendaklah membagi hartanya untuk zakat sedekah dan sebagainya.



4. Merawat kenikmatan


Apabila mendapatkan nikmat dari Allah SWT usahakan untuk merawatnya agar tidak rusak. Hal ini seperti menjaga amanah dari Allah. Contohnya kita memiliki tubuh yang sehat wajib menjaga agar tubuh tetap sehat dan terhindar dari penyakit. Caranya tentu saja makan makanan yang halal dan baik.

BACA JUGA INI :


Share:

Sunday, November 12, 2017

Instalasi Moodle dan konfigurasi Part I

Materi ini pembelajaran membuat dbian dan instalasi moodle.semoga bermanfaat bagi anda dan bermanfaat bagi yang memerlukan.saya berharap ini bisa jadi berkah yang mempelajarinya, jangan lupa komen buat kemajuan sistem ini. terima kasih.jika anda ingin melihat selanjutnya bisa cek di mtoyibhidayat.blogspot.com 
Share:

Wednesday, November 8, 2017

LOOK INSIDE RIAN DIII MI KELOMPOK A3

mungkin ini adalah salah satu kenangan yang tak bisa kita lupakan, tanpa kalian, tanpa ada kenangan, kita tak akan pernah mengalamin namanya pertemanan.sungguh ku berharap semua bisa kita rasakan dan kita ciptakan pertemanan ini sampai nanti.

 
Share:

Facebook

Kamu Pengunjung Ke

PROMOSI PRODUK ANDA DI SINI

About Me

MODIFCLASSIC.ID MODIFCLASSIC.ID